Abu Bakrah Ahmad Al Makassariy
Dipublikasikan pada 16 March 2012
Hits: 464
Bismillah..

Segala
puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala. Shalawat serta salam bagi
Rasulullah, keluarga, para sahabat dan semua yang mengikuti petunjuk
beliau shallallahu’alaihi wa sallam sampai hari kiamat.
Amma ba’du,
Saya telah membaca sebuah buku yang ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah dengan muroja’ah Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari hafizhahullah, terbitan TooBAGUS Publishing Bandung, cetakan pertama, bulan Sya’ban 1432 H.
Buku ini berisi tentang penjelasan indah nan ilmiah
dalam membantah berbagai kedustaan dan tuduhan jelek yang dialamatkan
kepada dakwah salafiyah, buku yang beliau beri judul “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan; Bantahan Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” –untuk selanjutnya disingkat SATK- merupakan bantahan ilmiah terhadap buku yang ditulis oleh ‘Syaikh’ Idahram yang berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”
–untuk selanjutnya disingkat SBSW- dan diberi kata pengantar oleh Ketua
PBNU, Prof. Dr. Said Agil Siradj, MA; sebuah buku yang dipenuhi dengan
seruan-seruan kepada penyimpangan aqidah, bid’ah, hingga berbagai macam
kedustaan atas nama para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang hakiki,
bahkan kedustaan atas nama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam!!
Walhamdulillah, buku SATK yang ditulis oleh Al-Ustadz
Abu Abdillah Sofyan hafizhahullah ini dapat menyingkap berbagai macam
tipu daya yang disebarkan oleh Idahram, dkk..
Buku SATK yang penuh manfaat ini dibuka dengan mukaddimah, beliau menjelaskan dalam mukaddimahnya:
- Hikmah penciptaan jin dan manusia yaitu untuk mentauhidkan Allah Ta’ala.
- Diantara bentuk penjagaan terhadap kesempurnaan tauhid seorang
hamba, adalah dengan menampakkan permusuhannya kepada musuh-musuh tauhid
dan memerangi mereka dengan ilmu dan hujjah yang terang.
Hal ini mengisyaratkan kepada pembaca bahwa tujuan
penulisan buku SATK adalah demi menjaga kemurnian tauhid, sekaligus
untuk menjaga persatuan kaum muslimin yang hakiki, karena persatuan yang
hakiki hanya dapat terwujud bila dilandasi dengan aqidah yang benar
sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum.
Setelah menjelaskan tujuan agung dan mulia tersebut,
Penulis SATKmulai membahas satu persatu kekeliruan dalam buku SBSW, yang
diawali dengan jawaban ilmiah terhadap Prof. Dr. Said Agil Siradj, M.A.
selaku ketua umum PBNU yang memberikan kata pengantar terhadap buku
SBSW.
Beberapa catatan terhadap kata pengantar sang profesor:
- Jawaban terhadap tuduhan Prof. Said Agil bahwa sahabat yang mulia Amr bin Ash radhiyallahu’anhu melakukan tipuan.
- Jawaban terhadap tuduhan Prof. Said Agil bahwa Imam Muhammad bin
Su’ud dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memisahkan diri dari
Khilafah Utsmani, sekaligus jawaban terhadap tuduhan dusta Idahram bahwa
Salafi bekerjasama dengan Inggris.
- Meluruskan kesalahpahaman atas pembongkaran terhadap situs-situs sejarah dan meratakan kuburan.
Alhamdulillah, ketiga perkara tersebut dibahas secara
gamblang dan ilmiah dalam buku ini, bukan sekedar tuduhan tanpa
disertai sepotongpun bukti sebagaimana yang sering dilakukan oleh
saudara Idahram dan Prof. Said Agil dalam buku hitam SBSW.
Pada bagian selanjutnya, Penulis SATKjuga memberikan
sedikit catatan terhadap pujian KH. Dr. Ma’ruf Amin, MA, selaku ketua
MUI terhadap buku SBSW. Bagian ini berisi penegasan bahwa sesungguhnya
buku SBSW karya Idahram sangat memicu perpecahan di kalangan kaum
muslimin dan sangat tidak lapang dada dalam menerima perbedaan, sangat
jauh dari harapan Bapak KH. Ma’ruf Amin. Semoga Pak Kiai dapat mengambil
pelajaran darinya.
Pada bagian selanjutnya buku SATK membahas, “Biografi
Singkat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.” Bagian ini
berisi keterangan mengenai kemuliaan serta ketinggian nasab Asy-Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, perjalanan beliau dalam menuntut
ilmu, kekuatan hapalan, perjalanan dakwah beliau, beberapa karya ilmiah
yang pernah beliau tulis, serta pujian dari para ulama dan tokoh di
berbagai penjuru dunia. Bahkan beliau rahimahullah mendapatkan ijazah
periwayatan Shahih Al Bukhari dan syarahnya, Shahih Muslim dan
syarahnya, Sunan At Tirmidzi, Sunan An Nasai, Sunan Abu Dawud, Sunan
Ibnu Majah, beberapa karya Ad-Darimi, Musnad Asy Syafi’i, Muwattha’ Imam
Malik, dan Musnad Imam Ahmad, dengan sanad bersambung sampai kepada
penulisnya. Alangkah jauhnya fakta ini dengan tuduhan yang dilontarkan
Idahram bahwa Asy-Syaikh rahimahullah, “pengetahuan agamanya kurang
memadai..” (SBSW…, hal. 31)
Pada pembahasan berikutnya, Penulis SATKmenjelaskan
tentang istilah “wahabi” dan “salafi” serta penyelewengan makna yang
dilakukan oleh pengekor hawa nafsu terkait dengan penamaan wahabi dan
salafi.
Setelah memberikan beberapa pendahuluan yang amat
penting tersebut, maka mulailah beliau menyingkap satu persatu kedustaan
dan pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh Idahram dalam bukunya
SBSW.
Dari pemaparan dalam buku SATK tersingkaplah tabir
kegelapan, terbongkarlah pondasi tipu daya, dan telah tampak jalan
kebenaran serta jalan kesesatan dengan sangat transparan. Amat banyak
akar-akar kesalahan yang tertanam dalam diri saudara Idahram dan
kelompoknya, tentunya hal tersebut sudah cukup untuk membuktikan
jeleknya pemahaman mereka terhadap agama.
Berikut ini beberapa contoh tuduhan dusta dan pemutarbalikan fakta dalam buku SBSW yang telah dibantah habis oleh buku SATK:
- Menuduh Salafi bekerjasama dengan Inggris dalam merongrong
kekhalifahan Turki Utsmani, ternyata yang dijadikan barang bukti oleh
Idahram adalah arsip sejarah milik orang-orang kafir. Padahal kenyataan
sebenarnya adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memandang haramnya
pemberontakan kepada pemerintah muslim, serta fakta sejarah juga
membuktikan bahwa Najd pada waktu itu tidak termasuk wilayah kekuasaan
Turki Utsmani, bahkan sebaliknya, Turki Utsmani bekerjasama dengan
pasukan kafir Eropa ketika menyerang Najd.
- Menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengkafirkan kaum
muslimin yang tidak ikut bersama beliau. Disebutkan pada SBSW hal 68,
kedustaan ini dibantah pada SATK hal 52-55.
- Kisah pertempuran di Hijaz, menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab membunuh kaum muslimin tanpa terkecuali orang tua, wanita dan
anak-anak. Disebutkan pada SBSW hal 77-81, kedustaan ini dibantah pada
SATK hal 59-65.
- Menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memerintahkan untuk
menghancurkan Uyainah dan melarang pembangunannya kembali selama 200
tahun, karena Allah akan mengirimkan jutaan belalang untuk meluluh
lantahkan kota tersebut. Disebutkan pada SBSW hal 88-89, kedustaan ini
dibantah pada SATK hal 66.
- Menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul wahhab membunuh Utsman bin
Mu’ammar karena telah musyrik dan kafir. Disebutkan pada SBSW hal 67-68,
kedustaan ini dibantah pada SATK hal 67-69.
- Menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membunuh penduduk Ahsaa
dan Qashim. Disebutkan pada SBSW hal 91-95 pada catatan kaki, kedustaan
ini dibantah pada SATK hal 69.
- Tuduhan pembantaian jama’ah haji Yaman. Kedustaan ini dibantah pada SATK hal 71-73.
- Tuduhan pembantaian jama’ah haji Iran. Kedustaan ini dibantah pada SATK hal 73-74.
- Tuduhan melarang dan menghalangi umat Islam menunaikan ibadah
haji. Disebutkan Pada SBSW hal 100-101, kedustaan ini dibantah pada SATK
hal 75.
- Mengangggap bahwa meninggikan kuburan dan membangun di atasnya
adalah suatu bentuk kebaikan. Disebutkan pada SBSW hal 105, bid’ah ini
dibantah pada SATK hal 20-25.
- Idahram menyesalkan atas pembakaran buku-buku sesat. Disebutkan
pada SBSW hal 107-109, kesalahpahaman ini dibantah pada SATK hal 79-80.
- Tuduhan penyerangan terhadap Karbala tanpa alasan yang jelas.
Disebutkan pada SBSW hal 70-77, kedustaan ini dibantah pada SATK hal
56-59.
- Idahram menafsirkan hadits dengan akal-akalannya sendiri tanpa
merujuk kepada pendapat ulama, akhirnya salah dalam memahami ayat-ayat
dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam
- Pengkafiran Idahram terhadap kaum muslimin, sebagai akibat dari
penafsirannya terhadap hadits dengan akalnya yang pendek. Disebutkan
pada SBSW hal 144 dan 253, dibantah pada SATK hal 101-103.
- Klaim Idahram bahwa hadits-hadits yang membicarakan tentang
fitnah Najd yang dimaksud adalah Salafi Wahabi, dengan alasan
“sederhana” bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berasal dari Najd.
Ini juga akibat dari penafsirannya terhadap hadits dengan akalnya yang
pendek, dibantah pada SATK hal 103-106.
- Idahram menuduh lagi, bahwa maksud hadits tanduk-tanduk setan
adalah kemunculan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan
pengikutnya, sedang dajjal akan muncul dari mereka yang tersisa, seperti
biasa dia berlagak layaknya ahli hadits lalu mensyarah hadits dengan
akalnya yang dangkal, dibantah tuntas pada SATK hal 107-109.
- Idahram kembali berdusta –yang memang sudah kebiasaanya- dengan
mengatakan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
memerintahkan setiap pengikutnya untuk mencukur habis rambut kepalanya
para pengikutnya, kali ini Idahram mengutip fatwa ulama Salafi dengan
dipenggal-penggal supaya mendukung kedustaannya. Disebutkan pada SBSW
hal 164-170, kedustaan ini dibantah pada SATK hal 110-115.
- Idahram berusaha menghubung-hubungkan antara celaan terhadap
Dzul Khuwaishirah yang terdapat dalam hadits, dengan Syaikh Muhammad bin
Abdul Wahhab, hanya karena keduanya berasal dari Bani Tamim. Kali ini
nampak jelas sekali kebodohan Idahram. Disebutkan pada SBSW hal 170-174,
dibantah pada SATK hal 115-116.
- Kelancangan Idahram kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kepada
kaum muslimin, dengan beraninya Idahram memastikan bahwa Allah tidak
akan menerima amalan mereka, dan bahwa amalan mereka hanyalah kedok atau
topeng, seakan-akan dia dapat mengetahui isi hati manusia. Disebutkan
pada SBSW hal 179, dibantah pada SATK hal 117-118.
- Idahram berusaha membuat citra jelek Salafi di mata umat Islam
dengan satu bab khusus untuk mengkritik fatwa dan pendapat sebagian
ulama Salafi yang dia beri judul “Di Antara Fatwa dan Pendapat Salafi
Wahabi yang Menyimpang.” Bab tersebut memiliki 28 sub bab dengan
pembahasan yang sangat ringkas. Dalam bab-bab tersebut Idahram
melontarkan berbagai kedustaan, melakukan pengkhianatan ilmiah dengan
memotong-motong fatwa ulama agar sesuai dengan tuduhannya, menyalahkan
suatau pendapat atau suatu amalan berdasarkan kedangkalan
pengetahuannya, tidak lapang dada dalam menghadapi masalah khilaf, dan
masih ada segudang kesalahan lain, lihat pembahasannya pada SATK hal
119-168.
- Pada bab terakhir buku SBSW (hal 201-254) berjudul, “Kerancuan
Konsep dan Manhaj Salafi Wahabi.” Bagian ini sesungguhnya yang menjadi
dasar “keberanian” saudara Idahram dalam mengkritik ulama Ahlus Sunnah
wal Jama’ah yang hakiki. Ternyata penyebabnya, karena dia tidak memahami
konsep dan manhaj salafi dengan baik. Alhamdulillah, buku SATK menjawab
kerancuan-kerancuan tersebut dengan sangat ilmiah.
Faidah lain dari buku SATK, bukan hanya kutipan dalil
Al-Qur’an dan As-Sunnah yang disertakan teks Arabnya, tapi juga
kutipan-kutipan aqwal para ulama disertakan teks-teks Arabnya, sehingga
semakin bermanfaat bagi para penuntut ilmu.
Bagian terpenting dalam buku SATK adalah pemaparan
aqidah dan manhaj Salafi disertai bukti-bukti ilmiah dari Al-Qur’an dan
As-Sunnah serta penukilan secara lengkap dari kitab-kitab para ulama
dari seluruh mazhab fiqh; Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan
Hambaliyah bahkan Zhahiriyah. Ternyata pendapat-pendapat ulama Salafi di
zaman ini bersesuaian dengan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari
seluruh mazhab terutama dalam masalah aqidah, ini sebagai bantahan
terhadap tuduhan Idahram bahwa Salafi memutus rantai pemahaman ulama,
padahal kenyataannya buku SBSW yang cenderung kepada dua sejoli; Syi’ah
dan Sufi sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran para ulama Ahlus
Sunnah wal Jama’ah.
Pada bagian akhir, buku SATK menjelaskan
perangai-perangai rendah Idahram dan kelompoknya demi untuk memadamkan
kemilaunya sinar dakwah salafiyah. Sangat menyedihkan, ternyata
tuduhan-tuduhan Idahram dan kelompoknya hanya bersumber dari
ketidaktahuan mereka tentang manhaj salaf yang sebenarnya, itupun masih
dibumbui dengan fitnah dan dusta serta pengkhianatan ilmiah, memahami
dalil-dalil dengan akal yang sakit tanpa merujuk kepada ulama Salaf,
memotong-motong fatwa ulama Salafi, lalu dikesankan bahwa itulah
penyimpangan Salafi, Allaahul Musta’aan.
Kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, agar
memberikan manfaat dengan buku SATK ini baik kepada penulisnya, penerbit
maupun pembaca yang budiman. Dan semoga semakin banyak orang-orang yang
berdakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan hikmah dan nasihat
yang baik, melalui karya tulis yang ilmiah. Sesungguhnya Allah
benar-benar Maha Mendengar segala doa.
Disusun oleh:
Abu Bakrah Ahmad Al Makassariy
www.ashthy.wordpress.com
11 Ramadhan 1432H
Editor:
Al Ustadz Abu ‘Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Penulis Buku “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan; Bantahan Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”)
www.nasihatonline.wordpress.com
13 Ramadhan 1432H
Artikel from :